Dampak Diare dan Cara Mengatasi

Dampak Diare dan Cara Mengatasi

Diare adalah gangguan pencernaan yang ditandai dengan buang air besar encer 3 kali atau lebih dalam sehari. Selain encer, feses yang keluar mungkin tampak lembek atau berair. Orang-orang sering menyebutnya mencret atau ‘buang-buang air.

Ada banyak kondisi yang dapat menyebabkan mencret, mulai dari infeksi bakteri, efek obat-obatan, hingga penyakit pada saluran pencernaan. Diare yang disebabkan oleh penyakit pencernaan biasanya muncul dengan disertai gejala lain.

Bisa menyerang anak-anak, remaja, orang dewasa, dan membutuhkan perawatan kesehatan. Gejala penyakit ini membuat Anda harus bolak-balik ke toilet untuk buang air.

Dampak Diare dan Cara Mengatasi

Faktor Risiko Diare

Setidaknya ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terserang diare, seperti:

  • Jarang mencuci tangan setelah ke toilet.
  • Penyimpanan dan persiapan makanan yang tidak bersih.
  • Jarang membersihkan dapur dan toilet.
  • Sumber air yang tidak bersih.
  • Makan makanan sisa yang sudah dingin.
  • Tidak mencuci tangan dengan sabun.

Penyebab Diare

Penyebab penyakit ini amat beragam dan kadang pemicu pastinya tidak diketahui. Namun, kebanyakan orang mengalami penyakit ini karena infeksi bakteri akibat mengonsumsi makanan yang tidak steril atau telah terkontaminasi  terjadi infeksi, bakteri E. coli atau Salmonella mengeluarkan racun yang menyerang organ pencernaan.

Faktor Penyebab Diare

1. Bakteri dan parasit

bakteri patogen seperti E. coli dan parasit bisa menyebabkan bakteri. Hal ini terjadi karena makanan atau air yang terkontaminasi parasit dikonsumsi orang bisa terjadi jika anda sedang bepergian dan mencoba makanan yang tidak higienis. akteri penyebab diare lainnya yaitu Clostridiosis difficile.

2. Virus

Penyebab virus ini yaitu norwalk, denovirus enterik, astrovirus, cytomegalovirus dan virus hepatitis. Anak-anak yang terkena penyakit ini biasanya disebabkan Rota Virus

3 Obat-obatan

Antibiotik bisa menyebabkan diare karena dapat mengurangi infeksi yang membunuh semua jenis bakteri. Antibiotik bisa mengganggu keseimbangan alami di dalam usus. Obat penyebab diare lainnya yaitu obat anti kanker dan antasida yang mengandung magnesium

4. Intoleransi laktosa

Intoleransi laktosa bisa terjadi ketika bertambahnya usia. Penyebabnya, karena kadar enzim yang membantu mencerna laktosa semakin menurun.

5. Fruktosa

Fruktosa berasal dari gula alami yang ditemukan pada buah-buahan dan madu. Ada juga fruktosa buatan untuk pemanis minuman tertentu. Beberapa orang terkena penyakit ini karena kesulitan untuk mencerna fruktosa.

Seberapa umumkah tentang penyakit ini ? Penyakit merupakan kondisi yang sangat umum. Siapa pun bisa mengalaminya, setidaknya sekali seumur hidup.

Masalah buang-buang air tidak mengenal jenis kelamin dan usia. Rata-rata orang dewasa dapat mengalami mencret hingga empat kali dalam setahun.

Jenis-jenis diare

1. Diare akut

Akut adalah Penyakit yang muncul secara tiba-tiba dan berlangsung selama tiga hari hingga seminggu.

2. Diare kronis

Kronis adalah penyakit yang dapat berlangsung selama empat minggu atau lebih. Gejalanya sudah ada dalam waktu yang lama dan berkembang secara perlahan. Kondisi ini kurang umum dan biasanya disebabkan oleh kondisi medis, alergi, obat-obatan, atau infeksi kronis.

3. Diare persisten

Persisten adalah buang-buang air yang berlangsung lebih dari dua minggu, tapi tidak lebih dari empat minggu. Durasi buang-buang air lebih lama daripada akut, tapi lebih singkat dibandingkan  kronis

Cara Pencegahan

  • Mencuci tangan sebelum makan
  • Perhatikan makanan yang dimakan
  • Pakai air matang
  • Minum banyak air
  • Antibiotik
  • Probiotik
  • Obat-obatan